Senin, 06 Juli 2020

Hubungan Hambatan LIstrik dengan Tegangan dan Arus Listrik

    Hubungan antara Resistansi (Resistance) atau Hambatan Listrik dengan Tegangan (Voltage) dan Arus Listrik (Current) dapat dijelaskan dengan Hukum Ohm yang dikemukan oleh seorang fisikawan Jerman yang bernama Georg Simon Ohm (1789-1854) pada tahun 1825. yang berbunyi;" hukum Ohm adalah “Kuat arus dalam suatu rangkaian berbanding lurus dengan tegangan pada ujung-ujung rangkaian dan berbanding terbalik dengan hambatan rangkaian. 

    Berikut ini adalah persamaan Hukum Ohm yang dikemukakan oleh Georg Simon Ohm :

    V = I x R

    atau

    R = V / I

    atau

    I =  V / R

    Dimana :
    V = Tegangan Listrik (Voltage), diukur dalam satuan Volt (V)
    I = Arus Listrik (Current), diukur dalam satuan Ampere
    R = Hambatan Listrik atau Resistansi (Resistance), diukur dalam satuan Ohm

    Dari persamaan tersebut, dapat dijelaskan bahwa setiap 1 Ampere arus listrik yang mengalir melewati sebuah komponen dengan beda potensial atau tegangan sebesar 1 Volt, maka resistansi atau hambatan listrik pada komponen tersebut adalah 1 Ohm.

    Jika suatu rangkaian yang diberikan tegangan 24 V dan membutuhkan arus listrik sebesar 0,5 A maka hambatan yang diperlukan adalah 48 Ohm.

    R = V/I = 24/0,5
    R = 48 Ohm.

    Hubungan Hambatan Listrik dengan Tegangan dan Arus Listrik ini juga dapat dianalogikan dengan sebuah tangki air yang berada pada ketinggian tertentu di atas tanah. Di dasar tangki tersebut terdapat sebuah pipa air yang digunakan untuk mengaliri air. Jumlah air pada tangki air dapat diibaratkan sebagai muatan listrik sedangkan tekanan di ujung selang mewakili tegangan listrik, aliran air mewakili aliran arus listrik dan ukuran diameter pipa air dapat dianggap sebagai resistansi.

    Semakin banyak air di dalam tangki, semakin tinggi tekanan pada ujung selang air tersebut.  Sebaliknya, seiring dengan berkurangnya air didalam dalam tangki, tekanan air pada ujung selang air tersebut juga akan berkurang. Jumlah air yang mengalir juga akan berkurang. Demikian juga semakin kecilnya diameter pipa air, semakin sedikit air yang dapat mengalir.

Pengertian Resistansi dan cara Pengukurannya

Pengertian Resistansi (Hambatan Listrik)

    Resistansi atau hambatan listrik adalah bahan listrik yang mempunyai daya hantar listrik rendah atau mempunyai resistansi tinggi. Seperti yang kita ketahui bahwa arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir dalam suatu rangkaian listrik dalam tiap satuan waktu yang dikarenakan oleh adanya pergerakan elektron-elektron pada konduktor. Maka Resistansi Listrik yang biasanya dalam bahasa Indonesia disebut dengan Hambatan Listrik ini juga diartikan sebagai penghambat aliran elektron dalam konduktor tersebut.





Cara Mengukur Resistasi (Hambatan Listrik)

    Nilai Resistansi atau nilai hambatan dalam suatu rangkaian listrik diukur dengan satuan Ohm atau dilambangkan dengan simbol Omega “Ω”. Sedangkan prefix atau awalan SI (Standar Internasional) yang digunakan untuk menandakan kelipatan pada satuan resistansi tersebut adalah kilo Ohm, Mega Ohm dan Giga Ohm.

1 Giga Ohm = 1.000.000.000 Ohm (109 Ohm)
1 Mega Ohm = 1.000.000 Ohm (106 Ohm)
1 Kilo Ohm = 1.000 Ohm  (103 Ohm)

    Jadi, cara untuk mengukur nilai resistansi dari resistor adalah dengan menggunakan alat ukur "ohm meter"


   Langkah Langkah Mengunakan Ohm meter.

  1. Atur Posisi Saklar Selektor Ohm (Ω)
  2. Pilih skala sesuai dengan perkiraan Ohm yang akan diukur. Biasanya diawali ke tanda “X” yang artinya adalah “Kali”. 
  3. Hubungkan probe ke komponen Resistor, tidak ada polaritas, jadi boleh terbalik.
  4. Baca hasil pengukuran di Display ohm meter. 

    

    

Entri yang Diunggulkan

pengertian Arus Listrik

     Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir dalam suatu rangkaian penghantar yang di sebabkan oleh pergerakan elektron e...